Sejarah Masjid Istiqlal yang Didatangi Mesut Ozil: Dicetuskan Ayah Gus Dur

Sejarah  
Mesut Ozil Jumatan di Masjid Istiqlal. Bintang dunia, Mesut Ozil Sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/5/2022). Foto: Republika.
Mesut Ozil Jumatan di Masjid Istiqlal. Bintang dunia, Mesut Ozil Sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/5/2022). Foto: Republika.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Playmaker kelas wahid dunia, Mesut Ozil mengunjungi Masjid Istiqlal. Tak hanya berkunjung, Ozil juga melaksanakan sholat Jumat di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Ozil mengaku yang pertama ingin dikunjungi di Indonesia bukan Bali, melainkan Masjid Istiqlal. Tak heran ketika Ozil datang jumatan di sana, banyak umat Islam yang antusias dengan kehadiran mantan gelandang serang Real Madrid dan Arsenal tersebut.

BACA JUGA: Asal Usul dan Arti Gelar Buya, Gelar yang Disematkan untuk Alim Ulama Seperti Buya Syafii Maarif

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Di kesempatan itu, Ozil diajak berkeliling masjid, termasuk melihat beduk raksasa koleksi Masjid Istiqlal. Lantas bagaimana sejarah masjid ini berdiri.

Istiqlal berarti ‘Merdeka’, melambangkan kemerdekaan dan kejayaan bangsa Indonesia setelah berhasil membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Presiden Soekarno sengaja memilih membangun masjid ini di atas puing-puing bekas benteng Belanda yang luasnya 9,9 hektare.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Sowan ke Istana, Kiai se-Indonesia Malah Bahas Keangkeran Istana Presiden

Benteng Belanda atau Citadel terletak di Wilhelmina Park. Dahulu di tengah Istiqlal terdapat Monumen Michiels, untuk menghormati Mayor Jenderal Andreas Victor Michiels, komandan militer Belanda di Sumatra Barat. Dia meninggal karena menderita luka parah oleh para pejuang kemerdekaan saat memimpin ekspedisi menghadapi pemberontakan di Bali (23 1848). Lambang kolonial ini dihancurkan setelah kemerdekaan.

Sedangkan nama Wilhelmina Park diganti menjadi Taman Wijayakusuma, Jalan Pintu Air, Jakarta Pusat. Pembangunan masjid Istiqlal dicetuskan oleh Menteri Agama KH Wahid Hasyim (ayah Gus Dur) dan H Anwar Tjokroaminoto (putra HOS Tjokroaminoto) bersama tokoh Islam lainnya tahun 1950, hanya beberapa bulan setelah penyerahan kedaulatan. Begitu kokohnya benteng ini, saat diruntuhkan dengan dinamit oleh Korps Zeni AD perlu waktu satu setengah tahun.

Selama bulan Ramadhan, ribuan jamaah dapat menikmati buka puasa bersama di Istiqlal, yang pangannya merupakan sumbangan dari para dermawan. Setiap Jumat tidak kurang dari 25 ribu jamaah shalat di masjid megah ini.

BACA JUGA: Sungai Aaree Swiss, Jernih, Tenang, Tapi Mematikan untuk yang tak Bisa Berenang

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seperti Cinta, Kisah Sejarah Juga Perlu Diceritakan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image