Asal Usul Nama-Nama Tempat di Jakarta: Dari Ancol Sampai Kampung Ambon

Sejarah  

Stasiun Gambir zaman Belanda.
Stasiun Gambir zaman Belanda.

3. GAMBIR

Sekarang kampung Gambir tinggal kenangan saja. Yang ada nama kelurahan dan stasioon Gambir. Kata Gambir sudah dikenal sejak Gubernur Jenderal Daendels mulai membuka daerah itu pada 1810. Kata ini mengacu pada sebutan masyarakat setempat yang melihat banyaknya pohon gambir yang tumbuh di kawasan tersebut.

Sebelum dikembangkan oleh Daendels sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda yang dinamakan Weltevreden, kawasan itu masih merupakan daerah rawa-rawa dan padang ilalang. Pada abad ke-17 oleh pemiliknya, Anthony Paviljoen, daerah itu disewakan pada masyarakat Cina sebagai lahan pertanian tebu, sayur-sayuran dan persawahan.

BACA JUGA: Teka-teki Siapa Komedian M, Pelanggan Dea OnlyFans yang Bikin Penasaran Netizen

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Pada tahun 1697 tanah itu dibeli oleh Cornelis Chastelein, lalu dia membangun sebuah rumah dengan dilengkapi dua kincir sebagai penggiling tebu. Cornelis memberi nama tempat ini dengan sebutan Weltevreden, yang kalau diartikan artinya sangat puas.

Di daerah yang kini dikenal sebagai Lapangan Monas pernah tiap tahun diselenggarakan Pasar Gambir untuk memperingati HUT Ratu Wilhelmina, nenek Ratu Beatrix sekarang ini. Keramaian itu, kemudian, oleh Gubernur Ali Sadikin dilanjutkan dengan Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta) guna memperingati HUT Kota Jakarta.

4. GONDANGDIA

Tidak jauh dari Gambir terdapat kampung Gondangdia yang kini berada di daerah pemukiman elit Menteng, Jakarta Pusat. Nama Gondangdia cukup dikenal di kalangan masyarakat awam di Jakarta karena sering disebut dalam lagu Betawi: Cikini si gondangdia, saya disini karena dia.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Jakarta Kena Wabah DBD karena Larang Becak, Soalnya Nyamuk Sini Cuma Takut Tiga Roda

Ada beberapa versi nama kampung Gondangdia. Berasal dari nama pohon gondang (sejenis pohon beringin). Berasal dari nama binatang air sejenis keong gondang, yang artinya keong besar. Juga berasal dari nama seorang kakek yang terkenal dan disegani masyarakat sekitar kampung. Kakek ini punya nama kondang dan sering dipanggil ‘kyai kondang’. Nama tempat itu pun disebut gondangdia (kakek yang tersohor).

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image