Bendera LGBT di Inggris, Teringat Pidato Soekarno: Amerika Kita Setrika, Inggris Kita Linggis!

Sejarah  
Presiden pertama RI, Soekarno. Indonesia pernah melawan PBB, Amerika Serikat, dan Inggris lewat konfrontasi politik yang dikobarkan Soekarno. Foto: IST.
Presiden pertama RI, Soekarno. Indonesia pernah melawan PBB, Amerika Serikat, dan Inggris lewat konfrontasi politik yang dikobarkan Soekarno. Foto: IST.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Kedutaan Besar Inggris di Jakarta membuat darah rakyat Indonesia mendidih, setelah mengibarkan bendera LGBT beberapa waktu lalu. Sejumlah pihak tentu saja langsung melayangkan protes karena Kedubes Inggris dinilai tidak menghormati norma yang ada di Indonesia. Namun, bisakah Indonesia kembali dihormati seperti era Soekarno, mengingat protes kita terhadap kasus bendera LGBT di Kedubes Inggris saat ini seperti dipandang sebelah mata.

Ya, Soekarno memang dikenal sebagai orang yang memiliki hobi unik: berteriak. Walau sedang sakit sekalipun, Soekarno selalu berusaha tampil prima di depan rakyatnya. Semangatnya bergelora, pidatonya menyulut semangat massa.

BACA JUGA: Kemarahan Soekarno Memuncak: Separuh Kekayaan Singapura Berasal dari Kerja Keras Rakyat Sumatra

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Salah satu pidato yang membuat bergidik adalah tentang perlawanannya terhadap PBB, Amerika Serikat, dan Inggris. "Persetan dengan PBB! Amerika kita setrika! Inggris kita linggis!"

"Saudara saudara, musuh kita yang terbesar yang selalu merusakan keselamatan dan kesejahteraan Asia dan Indonesia ialah Amerika dan Inggris. Oleh karena itu, di dalam peperangan Asia Timur Raya ini, Maka segenap kita punya tenaga, punya kemauan, punya tekad harus kita tunjukan kepada hancur leburnya Amerika dan Inggris itu."

"Selama kekuasaan dan kekuatan Amerika dan Inggris belum hancur lebur, maka Asia dan Indonesia tidak bisa selamat. Oleh karena itu, semboyan kita sekarang ini ialah hancurkan kekuasaan Amerika dan hancurkan kekuasaan Inggris. Amerika kita setrika! Inggris kita Linggis! Go to hell with your aid!"

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Saking Penasarannya, Orang Singapura Rela Bayar 200 Dolar untuk Melihat Gus Dur

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image