Asal Usul Odong-Odong, Simbol Perlawanan Rakyat Subang Terhadap Penjajah Inggris dan Belanda

Budaya  
Mobil Odong-Odong. Sejarah odong-odong berasal dari Subang sebagai simbol perlawanan terhadap penjajah. Foto: Republika.
Mobil Odong-Odong. Sejarah odong-odong berasal dari Subang sebagai simbol perlawanan terhadap penjajah. Foto: Republika.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Sebuah mobil odong-odong tertabrak kereta api di perlintasan Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Merak, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (26/7/2022). Sembilan orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, empat orang di antaranya ibu dan anak.

Odong-odong adalah wahana permainan anak-anak yang menjadi alternatif hiburan anak-anak kalangan menengah ke bawah. Dalam perjalanannya, odong-odong mengalami perubahan dari segi desain hingga bentuk, mulai dari odong-odong sepeda hingga odong-odong mobil.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Dibentak Istri Ajudan, Presiden Gus Dur tak Marah Malah Bilang Gitu Aja Kok Repot

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Nama odong-odong berasal dari Subang, Jawa Barat, yakni Sisingaan. Suwardi Alamsyah P dalam tulisan berjudul Sisingaan: Kesenian Tradisional Kabupaten Subang yang diterbitkan di situs Kemendikbud menjelaskan, dahulu Sisingaan dibuat sebagai simbol perlawanan serta gerakan masyarakat Subang terhadap penjajah. Khususnya para masyarakat Sunda, kebanyakan melakukan simbol tersebut.

Simbol tersebut telah muncul sejak tahun 1813, persisnya ketika Inggris masuk dan menginvasi Subang. Masyarakat Subang saat itu menggunakan simbol singa, yang merupakan simbol kekuatan negara Inggris. Kala itu, simbol singa sangat identik dengan kekuatan Britania Raya, yakni Inggris.

BACA JUGA: Stasiun Balapan Solo Awal Mula Feodal Keraton Solo Menyerap Kebudayaan Barat

Subang secara politik dikuasai Belanda, namun secara ekonomi Subang dijajah Inggris. Dengan "keistimewaan" yang dimilik oleh Subang, menjadikan masyarakat kreatif kala melawan penjajah yang masuk ke Indonesia, khususnya Subang.

Singa sejatinya merupakan hewah 'keramat' dan menjadi simbol kekuatan Inggris. Karena itu, Sisingaan menjadi momok bagi warga Inggris.

Lantaran masyarakat Subang dan berkesenian dengan menaiki patung singa. Kala itu, moral tentara Inggris turun, dan membuat Inggris perlahan mengundurkan diri.

Odong-Odong mulai ramai dan menjamur di Jakarta pada... baca di halaman selanjutnya...

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image