Asal Usul Odong-Odong, Simbol Perlawanan Rakyat Subang Terhadap Penjajah Inggris dan Belanda

Budaya  

Sisingaan dari Subang. Kesenian Sisingaan merupakan simbol perlawanan rakyat Subang terhadap penjajah Inggris dan Belanda. Foto: Republika.
Sisingaan dari Subang. Kesenian Sisingaan merupakan simbol perlawanan rakyat Subang terhadap penjajah Inggris dan Belanda. Foto: Republika.

Dalam jurnal berjudul Bentuk dan Fungsi Odong-Odong di Jakarta yang ditulis oleh Awang Eka Ovia Rizali dari Universitas Trisakti, dijelaskan odong-odong mulai ramai dan menjamur di Indonesia pada 2000-an, salah satunya yakni Jakarta. Munculnya odong-odong berawal dari jenis odong-odong yang digerakan dengan sistem kayuh seperti becak. Di mana pengemudi berada di belakang, kemudian mainan mobil-mobilan atau bentuk lain, dipasang serta digerakkan dengan cara dikayuh.

Seiring berjalannya waktu odong-odong bertransformasi untuk berkeliling kota. Namun, umumnya odong-odong menjadi wahana permainan bagi anak-anak. Sementara dari sisi tampilan, odong-odong bentuknya menyerupai dari wahana permainan yang terdapat di mal dan area permainan di kota-kota Besar.

BACA JUGA: YTMP3: Download, Ubah Lalu Simpan Video YouTube Jadi MP3 (Lagu) ke HP

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Odong-odong untuk masyarakat menengah ke bawah menjadi pilihan karena tarifnya yang murah. Anak-anak bisa menaiki wahana ini dengan biaya terjangkau rata-rata sekitar Rp 2.000 per tiga lagu anak-anak popular, seperti Bintang Kecil, Balonku Ada Lima, Naik-naik ke Puncak Gunung, Lihat Kebunku, Ambilkan Bulan dan masih banyak lagi.

BACA BERITA MENARIK LAINNYA:
> Humor NU: Orang Muhammadiyah Ikut Tahlilan Tapi Gak Bawa Pulang Berkat, Diledek Makan di Tempat Saja

> Bolehkah Makan Nasi Berkat dari Acara Tahlilan? Halal Bisa Jadi Haram

> Banyak Pria Jakarta Sakit Raja Singa Gara-Gara Wisata "Petik Mangga"

> Kata Siapa Muhammadiyah tidak Punya Habib, KH Ahmad Dahlan Itu Keturunan Rasulullah

> Pak AR Salah Masuk Masjid, Diundang Ceramah Muhammadiyah Malah Jadi Imam Tarawih di Masjid NU

> Humor Gus Dur: Yang Bilang NU dan Muhammadiyah Berjauhan Hanya Cari Perkara, Yang Dipelajari Sama

> Humor Cak Nun: Soal Rokok Muhammadiyah Terbelah Jadi Dua Mahzab

> Humor Ramadhan: Puasa Ikut NU yang Belakangan, Lebaran Ikut Muhammadiyah yang Duluan

> Muhammadiyah Tarawih 11 Rakaat, Pakai Formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1?

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image