Mengapa Orang Jawa Dilarang Menikah di Malam 1 Suro?

Budaya  
Malam 1 Suro. Setidaknya ada lima mitos yang dilarang dilakukan pada malam 1 Suro. Foto: Kurusetera
Malam 1 Suro. Setidaknya ada lima mitos yang dilarang dilakukan pada malam 1 Suro. Foto: Kurusetera

KURUSETRA -- Salam Sedulur.. Malam satu Suro atau Tahun Baru Islam dalam kalender Muharram jatuh pada Jumat, 29 Juli 2022. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya orang Jawa yang masih memegang erat adat dan tradisi, malam 1 Suro sangat sakral dan mistis. Karena itu ada sejumlah mitos yang pantang dilanggar, salah satunya dilarang menggelar pernikahan pada malam 1 Suro.

Dalam kalender Jawa-Islam, Suro artinya bulan pertama. "Suro" bagi orang Jawa adalah bulan Muharram dalam kalender Hijriyah. Kata tersebut berasal dari kata 'Asyura' dalam bahasa Arab dan dicetuskan oleh pemimpin Kerajaan Mataram Islam, Sultan Agung.

BACA JUGA: Ruh Leluhur Datang Malam Jumat, Gus Baha: Bidah, Ngawur Apalagi Sampai Disediakan Rokok dan Gemblong

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sultan Agung melebur penanggalan Hijriah dengan tarikh Saka. Tujuannya untuk merayakan keagamaan bersamaan dengan seluruh umat Islam serta menyatukan masyarakat Jawa yang terpecah saat itu antara kaum Abangan (Kejawen) dan Putihan (Islam).

Hingga hari ini malam 1 Suro masih dianggap menyeramkan dan diliputi bencana. Karena malam ini dipercaya para lelembut berkeliaran sehingga orang Jawa melarang anak-anaknya keluar rumah.

BACA JUGA: Download WhatsApp GB (WA GB) Terbaru: Dijamin Anti-banned, Lebih Kaya Fitur, dan Aman

Setidaknya ada lima mitos atau pantangan di malam 1 Suro:

1. Dilarang menikah

Kesialan dipercaya akan datang jika menikahkan anak-anak pada bulan Suro. Kepercayaan ini masih dipegang para orang tua dari Jawa yang memegang adat dan budaya. Tak hanya pernikahan, orang Jawa juga percaya menggelar hajatan seperti khitanan dan syukuran juga dilarang pada bulan Suro.

Namun seiring perkembangan zaman tidak sedikit orang Jawa yang juga yakin jika kepercayaan itu adalah mitos. Salah satu alasan yang membuat kepercayaan itu perlahan luntur karena jika masyarakat menggelar pesta pernikahan pada malam 1 Suro akan dianggap menyaingi ritual yang digelar Keraton sehingga akan sepi.

BACA JUGA: Islam Abangan: Menyukai Wayang Tapi tak Menduakan Tuhan

2. Tapa bisu atau dilarang bicara.

Salah satu ritual pada malam 1 Suro adalah tapa bisu alias tidak boleh berbicara sama sekali. Ritual ini biasanya dilakukan saat mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta.

Tak hanya dilarang berbicara, orang yang menjalankan ritual itu juga tidak boleh makan, minum, hingga merokok. Kepercayaan ini masih dipegang orang Jawa di sejumlah daerah, salah satunya di Yogyakarta.

Mitos selanjutnya ada di halaman berikutnya...

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seperti Cinta, Kisah Sejarah Juga Perlu Diceritakan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image