Buya Yahya: Baru Mandi Wajib Saat Puasa Ramadhan karena Bercinta Sampai Subuh, Puasanya Tetap Sah

Hikmah  
Buya Yahya mengatakan yang membatalkan puasa Ramadhan adalah bersenggama ketika siang hari.
Buya Yahya mengatakan yang membatalkan puasa Ramadhan adalah bersenggama ketika siang hari.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Kebutuhan biologis sepasang suami istri terkadang sulit dibendung. Namun di bulan Ramadhan bagaimana jika sepasang suami istri bercinta sampai Adzan Subuh datang dan baru mandi wajib setelah Subuh. Apakah puasanya sah? Buya Yahya punya jawabannya.

Dalam satu ceramahnya di akun YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan tentang hukum mandi wajib saat puasa. Menurut Buya Yahya, salah satu yang membatalkan puasa adalah bersenggama di siang hari.

“Siang hari tuh maksudnya setelah Subuh tiba, lah kok dia berhubungan suami-istri dengan sengaja, itu batal,” ujar Buya Yahya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Perbedaan Muhammadiyah-NU, Muhammadiyah Ajarannya Merujuk ke Rasulullah, NU Ya Sama

Namun, kata Buya Yahya, kalau seandainya suami-istri bersenggama hingga azan Subuh berkumandang, maka puasa mereka tetap dinilai sah. “Maka tinggal mandi saja, nggak apa-apa,” ucap Buya Yahya.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon itu berujar, perempuan yang melakukan hubungan badan pada malam hari, tidak diharuskan mandi pada saat itu juga. Jika khawatir akan sakit, Buya Yahya menyarankan agar mandi setelah adzan Subuh.

BACA JUGA: Gara-Gara Sakit Pinggang, Soeharto Pilih Sholat Tarawih Ala NU Baru Diskon 60 Persen

Apalagi perempuan mempersiapkan menu sahur untuk suami terlebih dahulu. “Jadi nggak apa-apa. Berhubungan suami-istri, senangkan suami, habis itu mandinya ya nanti, menjelang sholat subuh, nggak wajib langsung, sunnah saja,” kata Buya Yahya.

Niat dan doa mandi wajib adalah...

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image