Pertamax Naik, Teringat Lirik BBM Naik Tinggi Susu Tak Terbeli di Lagu Galang Rambu Anarki Iwan Fals

Wisata  

Galang Rambu Anarki, putra sulung Iwan Fals yang namanya diabadikan dalam sebuah lagu. Foto; IST.
Galang Rambu Anarki, putra sulung Iwan Fals yang namanya diabadikan dalam sebuah lagu. Foto; IST.

Di era Orde Baru, kritik kenaikan BBM kepada pemerintah tentu saja tidak leluasa seperti sekarang. Tapi, kritik kepada pemerintah kerap dilakukan di ruang-ruang publik lainnya, seperti lewat seni. Musisi Iwan Fals adalah sosok yang paling berani menyuarakan ketidaksukaannya kepada keputusan pemerintah Orde Baru saat itu.

Lewat lagu berjudul "Galang Rambu Anarki" yang merupakan nama putra sulungnya, Iwan Fals tidak hanya menyentil, tetapi menampar wajah rezim yang menaikkan harga BBM sehingga menyesarakan rakyat, menyenseng, menyesengrasakan rakyat. Maaf typo, saya ulangi ya, biar tidak diketawai, menyesengrakan rakyat, menyesengsarakan, menyesengsarakan rakyat.

Tengok penggalan di lirik di dalam lagu tersebut "Galang Rambu Anarki, ingatlah tangisan pertamamu ditandai BBM membumbung tinggi. Maafkan kedua orang tuamu, kalau tak mampu beli susu. BBM naik tinggi, susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, mungkin bayi kurang gizi."

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Iwan Fals menjelaskan, lagu yang termuat di album bertajuk "Opini" yang diliris pada 1982 silam itu bercerita mengenai kelahiran putranya yang kala itu bertepatan dengan tahun baru 1 Januari 1982, sekaligus kenaikan harga BBM.

Layaknya bapak yang antusias menunggu kelahiran anak pertamanya, juga dialami Iwan Fals. "Saya sebagai keluarga muda, dapat anak pertama itu cukup belingsatan juga saat menyambut keberadaannya, tapi alhamdulillah lancar semua," kata Iwan Fals dalam program Ngalor Ngidulnya Iwan Fals di YouTube Iwan Fals Musica.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image