Humor Gus Dur: Turis Asing Bingung Tukang Becak Bicara Inggris Aksen Jawa

Humor  
Presiden Gus Dur. Suatu ketika Gus Dur bercerita tentang tukang becak yang bertemu turis asing. Foto: IST.
Presiden Gus Dur. Suatu ketika Gus Dur bercerita tentang tukang becak yang bertemu turis asing. Foto: IST.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Di berbagai kesempatan, KH Abdurrahman Wahid tidak lupa menyelipkan cerita humor. Seperti dalam sebuah pertemuan, kiai yang akrab disapa Gus Dur itu bercerita tentang seorang tukang becak yang mendapatkan calon penumpang turis asing.

Pertemuan keduanya terjadi di sebuah hotel Simpang di dekat Gedung Grahadi Surabaya. Karena orang luar negeri, tentu saja turis asing itu memakai bahasa Inggris.

BACA JUGA: Muhammadiyah Memang tidak Tahlilan, Tapi tak Melarang Membaca Tahlil

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Tukang becak asal Jombang itu tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, meski mengerti sedikit-sedikit. Sehingga selain tata bahasanya berantakan, aksennya pun masih bernuansa Jawa.

Turis itu ingin pergi ke kebun binatang. Setelah menyetop becak, ia pun bertanya tentang tarif.

BACA JUGA: Kemarahan Soekarno Memuncak: Separuh Kekayaan Singapura Berasal dari Kerja Keras Rakyat Sumatra

"How much to the zoo? berapa biaya ke kebun binatang?," tanya turis.

"Five hundred kombak-kambek (lima ratus pergi-pulang)," jawab si tukang becak itu dengan aksen Jawa.

"Kombak-kambek. Lima ngatus budal mulih," kata Gus Dur sembari tertawa yang juga disambut tawa hadirin.

Tentu saja si turis pun kebingungan dengan jawaban tukang becak tersebut.

BACA BERITA MENARIK LAINNYA:
>
Humor NU: Orang Muhammadiyah Ikut Tahlilan Tapi Gak Bawa Pulang Berkat, Diledek Makan di Tempat Saja

> Bolehkah Makan Nasi Berkat dari Acara Tahlilan? Halal Bisa Jadi Haram

> Banyak Pria Jakarta Sakit Raja Singa Gara-Gara Wisata "Petik Mangga"

> Kata Siapa Muhammadiyah tidak Punya Habib, KH Ahmad Dahlan Itu Keturunan Rasulullah

> Pak AR Salah Masuk Masjid, Diundang Ceramah Muhammadiyah Malah Jadi Imam Tarawih di Masjid NU

> Humor Gus Dur: Yang Bilang NU dan Muhammadiyah Berjauhan Hanya Cari Perkara, Yang Dipelajari Sama

> Humor Cak Nun: Soal Rokok Muhammadiyah Terbelah Jadi Dua Mahzab

> Humor Ramadhan: Puasa Ikut NU yang Belakangan, Lebaran Ikut Muhammadiyah yang Duluan

> Muhammadiyah Tarawih 11 Rakaat, Pakai Formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1?

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image