HUT Jakarta, Gus Dur Cerita Soal Kiai Kampung yang Kesal Kencing di Jakarta Disuruh Bayar Mahal

Humor  
Gus Dur. Suatu kali ada seorang kiai yang datang ke Jakarta tetapi dibuat kesal karena kencing di ibu kota harus bayar mahal. Foto: IST.
Gus Dur. Suatu kali ada seorang kiai yang datang ke Jakarta tetapi dibuat kesal karena kencing di ibu kota harus bayar mahal. Foto: IST.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... DKI Jakarta hari ini berulang tahun ke-495. Bicara Jakarta, Gus Dur punya kisah tentang seorang kiai dari kampung jalan-jalan ke Ibu Kota untuk pertama kalinya.

Dinukil dari Buku Fatwa dan Canda Gus Dur, diceritakan kiai tersebut takjub dengan Jakarta yang berbeda dengan kampungnya yang serba sederhana. Saat berkeliling Jakarta, di tengah perjalanan kiai itu ingin buang air kecil alias kencing. Ia pun pergi ke toilet umum di terminal.

BACA JUGA: Mengapa 22 Juni 1527 Ditetapkan Jadi Hari Kelahiran Jakarta?

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Namun, kiai tersebut kaget sekaligus kesal karena buang air kecil di Jakarta ternyata harus bayar. Yang lebih mengejutkan kiai tersebut adalah tarif kencingnya mahal.

"Masa kencing harus bayar Rp1.000, sedangkan ongkos macul bedukan saja cuma Rp10.000!", gerutu sang kiai sambil menyodorkan uang Rp10.000 kepada si penjaga WC.

"Maaf Pak tidak ada kembaliannya," kata penjaga WC umum di terminal.

BACA JUGA: Coba Pakai YTMP3 Converter, Cara Cepat dan Mudah Download Video Youtube Jadi MP3 MP4

Kiai itu pun makin dibuat kesal dengan jawaban penjaga WC. "Ya tukarkan dong kembaliannya! Ke mana kek, mosok saya harus kencing sampai pas biayanya Rp10.000, sengsara saya!" ujar sang kiai yang semakin kesal.

BACA BERITA MENARIK LAINNYA:
> Humor NU: Orang Muhammadiyah Ikut Tahlilan Tapi Gak Bawa Pulang Berkat, Diledek Makan di Tempat Saja

> Bolehkah Makan Nasi Berkat dari Acara Tahlilan? Halal Bisa Jadi Haram

> Banyak Pria Jakarta Sakit Raja Singa Gara-Gara Wisata "Petik Mangga"

> Kata Siapa Muhammadiyah tidak Punya Habib, KH Ahmad Dahlan Itu Keturunan Rasulullah

> Pak AR Salah Masuk Masjid, Diundang Ceramah Muhammadiyah Malah Jadi Imam Tarawih di Masjid NU

> Humor Gus Dur: Yang Bilang NU dan Muhammadiyah Berjauhan Hanya Cari Perkara, Yang Dipelajari Sama

> Humor Cak Nun: Soal Rokok Muhammadiyah Terbelah Jadi Dua Mahzab

> Humor Ramadhan: Puasa Ikut NU yang Belakangan, Lebaran Ikut Muhammadiyah yang Duluan

> Muhammadiyah Tarawih 11 Rakaat, Pakai Formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1?

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image