Perjalanan Jalaluddin Rumi Menjadi Seorang Sufi Terjadi karena Kesedihan dan Kerinduan

Budaya  
Maulana Jalaluddin Rumi. Rumi menjadi legenda para pecinta sastra dunia. Foto: IST.
Maulana Jalaluddin Rumi. Rumi menjadi legenda para pecinta sastra dunia. Foto: IST.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... El Rumi, putra kedua musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty menjadi buah bibir setelah kemenangannya melawan Wilson di atas ring tinju. Menyandang nama Rumi, El tidak hanya dikenal sebagai "tukang berantem", tetapi juga muisi andal dan pintar dalam akademik. Namun Sedulur, siapakah Rumi, tokoh yang menjadi inspirasi nama El?

Rumi menjadi legenda para pecinta sastra dunia. Tokoh sufi yang memiliki nama lengkap Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan). Ia lahir pada 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah atau tanggal 30 September 1207 Masehi.

BACA JUGA: Humor: Pak Haji Takut Diazab karena Mandi di Hotel Arab Keluarnya Air Panas Terus

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

El Rumi memiliki garis keturunan keturunan Abu Bakar dari sang ayah yang bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm.

Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, ia mampu berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia 3 tahun karena terancam serbuan Mogol, keluarganya meninggalkan Balkh melalui Khurasan dan Suriah. Mereka lalu sampai ke Provinsi Rum di Anatolia tengah yang merupakan bagian Turki sekarang. Keluarga ini lalu menetap di Qonya, ibu kota Provinsi Rum.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Pak Haji Marah Radio Arab Dibawa ke Indonesia Isinya Dangdutan Bukan Ngaji

Rumi bertemu Syekh Syamsuddin dari Tabriz pada 1244 M, yang menyempurnakannya dalam ilmu tasawuf. Setelah Syamsuddi wafat, Rumi kemudian bertemu dengan pada Husamuddin Ghalabi, dan mengilhaminya untuk menulisakan pengalaman spiritualnya dalam karyanya monumentalnya Matsnawi-ye Ma’nawi. Ia mendiktekan karyanya tersebut kepada Husamuddin sampai ahir hayatnya pada tahun 1273 M.

Meski sudah belajar ilmu tasawuf dari kecil, Rumi baru memulai kesufian dan menjadi penyair ketika sudah berusia 48 tahun. Selama nyaris lima dekade, Jalaluddin Rumi menjalani hidup sebagai seorang ulama dan menjadi guru bagi 4.000 murid di sebuah madrasah yang dipimpinnya.

BACA JUGA: Bikin Melongo, Gaji Satpol PP Capai Rp 57 Juta Ngalahin Gaji Mba-Mba SCBD Sampai Gaji Menteri

Sebagaimana seorang ulama, El Rumi juga memberi fatwa dan tumpuan umatnya untuk bertanya dan mengadu. Kehidupannya itu berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia berjumpa dengan seorang sufi pengelana, Syamsuddin alias Syamsi Tabriz.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image