Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati, Teringat Soekarno Tandatangani Surat Eksekusi Mati Kartosuwiryo

Sejarah  
Irjen Ferdy Sambo dan mendiang Brigadir J. Mantan kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo terancam hukuman mati di kasus pembunuhan Brigadir J. Foto: IST.
Irjen Ferdy Sambo dan mendiang Brigadir J. Mantan kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo terancam hukuman mati di kasus pembunuhan Brigadir J. Foto: IST.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Sambo disebut memerintahkan penembakan Brigadir J yang tewas karena luka tembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta, pada 8 Juli 2022.

“Timsus sudah menetapkan saudara FS sebagai tersangka," kata Kapolri dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022) malam.

BACA JUGA: Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati, Teringat Hukuman Mati di Batavia: Dari Digantung Hingga Dipancung

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Ferdy Sambo terancam hukuman mati atas perannya di kasus pembunuhan Brigadir J. Mantan kepala divisi Profesi dan Pengamanan (kadiv Propam) itu diancam dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan hukuman pidana maksimal hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau 20 tahun perjara.

Bicara hukuman mati, Presiden pertama RI, Soekarno juga pernah menghukum mati seorang sahabatnya, Kartosuwiryo. Kisah itu datang pada 1963, saat Soekarno tidak kuasa menahan tangisnya ketika harus membubuhkan tanda tangan di atas kertas di surat perintah hukuman mati terhadap pemimpin DI/TII Kartosuwiryo. Sahabat Bung Karno itu dihukum mati karena melawan pemerintah dan melakukan pemberontakan di Jawa Barat.

BACA JUGA: Bendera LGBT di Inggris, Teringat Pidato Soekarno: Amerika Kita Setrika, Inggris Kita Linggis!

Sebelum menandatanganinya, Bung Karno terlebih dulu shalat Magrib dan berdoa. Eksekusi itu kemudian dilakukan di Pulau Ubi. "Ada pernyataan yang beredar luas, di mana Kartosuwirjo berkata, jika aku yang jadi presiden kelak, kamu yang jadi pemberontak, jika kamu yang jadi presiden kelak, aku yang akan jadi pemberontak," kata Sejarawan Almarhum Alwi Shahab suatu ketika di Pulau Onrust.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seperti Cinta, Kisah Sejarah Juga Perlu Diceritakan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image