Lirik Lagu Ojo Dibandingke yang Dinyanyikan Farel Prayoga di Depan Presiden Jokowi

News  
Farel Prayoga. Penyanyi cilik asal Banyuwangi membuat Istana Negara bergoyang saat menyanyikan lagu Ojo Dibandingke di sela-sela upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi, Rabu (17/8/2022).
Farel Prayoga. Penyanyi cilik asal Banyuwangi membuat Istana Negara bergoyang saat menyanyikan lagu Ojo Dibandingke di sela-sela upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi, Rabu (17/8/2022).

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Penyanyi cilik Farel Prayoga yang sedang viral di dunia maya menjadi primadona di acara perayaan Hari Kemerdekaan ke-77 RI. Farel membawakan lagu berjudul "Ojo Dibandingke" di depan Presiden Jokowi dan jajaran menteri yang membuat Istana bergoyang.

Presiden Jokowi terlihat terkekeh sambil berdiri, sementara Ibu Iriana turut berjoget saat penyanyi yang merupakan siswa kelas 6 SD asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu tampil di depan ribuan undangan saat acara penutupan upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (17/8/2022). Tak hanya Presiden, hampir semua hadirin yang menjadi peserta upacara ikut bergoyang, termasuk para menteri.

BACA JUGA: Bambu Runcing Pejuang Bikin Belanda Tunggang Langgang

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Presiden Jokowi kembali ke tempat mimbar dan menikmati lagu "Ojo Dibandingke" yang dibawakan Farel. Kepala Negara tampak terkekeh saat Farel mengganti lirik lagu dengan menyelipkan nama "Pak Jokowi" di bait pertama lagu tersebut.

Berikut lirik lagu "Ojo Dibandingke":

Wong ko ngene, kok dibandhing-bandhingke
Saing-saingke? Ya, mesthi kalah
Tak oyak'a, aku ya ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu

Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu

Jelas beda yen dibandhingke
Ora ana sing tak pamerke
Aku ra isa yen kon gawe-gawe
Jujur, sak anane

Sapa wonge sing ra lara ati?
Wis ngancani tekan semene
Nanging kabeh ora ana artine
Ra ana ajine

Wong ko ngene, kok dibandhing-bandhingke
Saing-saingke? Ya, mesthi kalah
Tak oyak'a, aku ya ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu

Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu

Sapa wonge sing ra lara ati? (Hei, hok-heh)
Wis ngancani tekan semene
Nanging kabeh ora ana artine
Ra ana ajine

Wong ko ngene, kok dibandhing-bandhingke
Saing-saingke? Ya, mesthi kalah
Tak oyak'a, aku ya ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu

Wong ko ngene, kok dibandhing-bandhingke
Saing-saingke? Ya, mesthi kalah
Tak oyak'a, aku ya ora mampu (hak e)
Mung sak kuatku mencintaimu

Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu (hok a, hok e)

BACA BERITA MENARIK LAINNYA:
> Humor NU: Orang Muhammadiyah Ikut Tahlilan Tapi Gak Bawa Pulang Berkat, Diledek Makan di Tempat Saja

> Bolehkah Makan Nasi Berkat dari Acara Tahlilan? Halal Bisa Jadi Haram

> Banyak Pria Jakarta Sakit Raja Singa Gara-Gara Wisata "Petik Mangga"

> Kata Siapa Muhammadiyah tidak Punya Habib, KH Ahmad Dahlan Itu Keturunan Rasulullah

> Pak AR Salah Masuk Masjid, Diundang Ceramah Muhammadiyah Malah Jadi Imam Tarawih di Masjid NU

> Humor Gus Dur: Yang Bilang NU dan Muhammadiyah Berjauhan Hanya Cari Perkara, Yang Dipelajari Sama

> Humor Cak Nun: Soal Rokok Muhammadiyah Terbelah Jadi Dua Mahzab

> Humor Ramadhan: Puasa Ikut NU yang Belakangan, Lebaran Ikut Muhammadiyah yang Duluan

> Muhammadiyah Tarawih 11 Rakaat, Pakai Formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1?

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seperti Cinta, Kisah Sejarah Juga Perlu Diceritakan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image