Soeharto Pilih Sholat Tarawih Cara NU Baru Alias 11 Rakaat karena Sedang Sakit Pinggang

Ramadhan  
Presiden kedua RI, Soeharto (kiri) dan Presiden keempat RI Gus Dur (kanan). Pak Harto pernah mengundang Gus Dur berbuka puasa di Cendana. Foto: IST.
Presiden kedua RI, Soeharto (kiri) dan Presiden keempat RI Gus Dur (kanan). Pak Harto pernah mengundang Gus Dur berbuka puasa di Cendana. Foto: IST.

KURUSETRA -- Salam Seludur... Hubungan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dengan Presiden Soeharto unik. Di era Orde Baru masih berkuasa, Gus Dur membuat Soeharto kesal karena kerap mengkritik. Bahkan Gus Dur pernah menyebut Soeharto bodoh, yang membuatnya nyaris didongkel dari Ketua Umum PBNU pada 1996.

Meski begitu, hubungan Gus Dur dan Soeharto tetap hangat. Bahkan keduanya saling berkunjung.

BACA JUGA: 7 Orang yang Ditangkap Polisi Setelah Jadi Tamu di Podcast Deddy Corbuzier

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Di salah satu hari bulan Ramadhan, Presiden Soeharto mengundang Gus Dur ke rumah pribadinya di Cendana. Gus Dur dan sejumlah ulama diundang untuk berbuka puasa bersama.

Usai berbuka, Presiden Soeharto meminta Gus Dur untuk melanjutkan hingga Sholat Tarawih. Namun Gus Dur yang datang bersama Kiai Asrowi meminta maaf karena harus pindah ke tempat lain karena sudah ada janji.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Saya Lebih Sedih Kehilangan Koleksi Kaset Beethoven daripada Lengser Sebagai Presiden

Pak Harto dengan berat hati mempersilakan Gus Dur pamit. Namun Pak Harto memohon agar Kiai Asrowi tetap tinggal dan memimpin Sholat Tarawih.

Sebelum pergi Gus Dur mengatakan kepada Pak Harto jika Kiai Asrowi harus diberi penjelasan, apakah nanti Sholat Tarawihnya dilaksanakan dengan cara NU Lama atau NU Baru.

BACA JUGA: Sujiwo Tejo Mendalang Wayang di Acara PKS: Terima Kasih Menampilkan Barang Haram Ini

Pak Harto pun kebingungan. "Memang kalau NU Lama gimana?" tanya Pak Harto.

Gus Dur menjawab, "Kalau NU Lama, tarawih dan witirnya itu 23 rakaat."

"Kalau NU Baru?" tanya Pak Harto lagi.

BACA JUGA: 7 Orang yang Ditangkap Polisi Setelah Jadi Tamu di Podcast Deddy Corbuzier

"Kalau NU Baru diskon 60 persen, jadi tarawih sama witirnya cuma tinggal 11 rakaat, seperti Sholat Tarawih Muhammadiyah," kata Gus Dur.

Pak Harto pun tersenyum mendengar jawaban Gus Dur. Akhirnya Pak Harto memilih Sholat Tarawih cara NU baru alias Muhammadiyah yang hanya 11 rakaat. "Pinggang saya lagi sakit, saya pakai cara NU baru saja," ucap Pak Harto.

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
> Humor Gus Dur: Dibantu Dukun Biar Menang 10-0 Malah Imbang 5-5, Bolanya Masuk ke Satu Gawang

> Sama-Sama Ditolak GP Ansor dan Bermarga Basalamah, Apakah Ustadz Khalid dan Ustadz Syafiq Kakak Adik

> Humor Gus Dur: Kiai Sepuh Kelelahan Diajak Istrinya Maraton "Bunuh Orang Kafir" di Malam Pertama

> Siapa Sebenarnya Sarinah, Sampai-Sampai Namanya Jadi Nama Mal Pertama di Indonesia

> Humor Gus Dur: Diperintahkan Kiai Puasa Satu Tahun, Malah Puasa Setengah Hari

> Sujiwo Tejo: Indonesia Mayoritas Muslim Kenapa Harus Ada Logo Halal, Tapi Enggak Ada Logo Haram?

> Setelah Wayang, Kini Nasi Padang yang Diharamkan> Humor Gus Dur: Cak Nun Batal Temani Soeharto Tobat Gara-Gara Dikerjain Gus Dur

TONTON VIDEO PILIHAN UNTUK ANDA:

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seperti Cinta, Kisah Sejarah Juga Perlu Diceritakan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image