Humor Gus Dur: Takut Buka Mulut di Era Soeharto, Orang Indonesia Pilih Periksa Gigi di Singapura

Humor  
Presiden Soeharto. Gus Dur bercerita tentang banyak WNI yang pergi ke Singapura hanya untuk memeriksakan giginya. Alasannya pada era Pemerintahan Soeharto rakyat Indonesia takut buka mulut. Foto: Republika.
Presiden Soeharto. Gus Dur bercerita tentang banyak WNI yang pergi ke Singapura hanya untuk memeriksakan giginya. Alasannya pada era Pemerintahan Soeharto rakyat Indonesia takut buka mulut. Foto: Republika.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Singapura dikenal memiliki fasilitas medis yang luar biasa canggih. Tak heran banyak warga negara dunia memilih memeriksakan dirinya ke rumah sakit di Negeri Singa tersebut, termasuk Warga Negara Indonesia.

Rumah sakit-rumah sakit di Singapura sudah sejak Orde Baru menjadi tujuan para WNI. Seperti diceritakan KH Abdurrahman Wahid, pada zaman Presiden Soeharto berkuasa, meski dijamin UUD mengemukakan pendapat saat itu tak jarang mendapatkan pembungkaman. Saking takutnya "buka mulut" banyak WNI memilih pergi ke Singapura untuk memeriksakan giginya.

BACA JUGA: 3 Persen Rakyat Indonesia Diperkirakan LGBT, Muhammadiyah: Benci Perilaku Haramnya, Bukan Orangnya

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Dalam buku Ger-Geran Bersama Gus Dur, diceritakan dalam sebuah seminar, seorang pejabat mengungkapkan jika saat ini banyak orang Indonesia pergi ke Singapura hanya untuk memeriksakan giginya. Gus Dur pun terkejut mendengarkan kabar tersebut.

“Pak, apa kita kekurangan dokter gigi atau mutu dokter gigi kita rendah, sehingga banyak orang kita ke Singapura hanya untuk periksa gigi?” kata Gus Dur bertanya.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Sowan ke Istana, Kiai se-Indonesia Malah Bahas Keangkeran Istana Presiden

“Bukan itu masalahnya,” jawab si pejabat.

“Lalu apa?” ujar Gus Dur penasaran.

“Ah, masa sampeyan ndak tahu. Di negara kita kan sekarang orang tidak boleh mulut.”

“Ooooo,,ya..ya..ya. Mengerti saya,” kata Gus Dur manggut-manggut sembari tertawa.

BACA BERITA MENARIK LAINNYA:
> Humor NU: Orang Muhammadiyah Ikut Tahlilan Tapi Gak Bawa Pulang Berkat, Diledek Makan di Tempat Saja

> Kata Siapa Muhammadiyah tidak Punya Habib, KH Ahmad Dahlan Itu Keturunan Rasulullah

> Pak AR Salah Masuk Masjid, Diundang Ceramah Muhammadiyah Malah Jadi Imam Tarawih di Masjid NU

> Humor Gus Dur: Yang Bilang NU dan Muhammadiyah Berjauhan Hanya Cari Perkara, Yang Dipelajari Sama

> Humor Cak Nun: Soal Rokok Muhammadiyah Terbelah Jadi Dua Mahzab

> Humor Ramadhan: Puasa Ikut NU yang Belakangan, Lebaran Ikut Muhammadiyah yang Duluan

> Muhammadiyah Tarawih 11 Rakaat, Pakai Formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1?

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seperti Cinta, Kisah Sejarah Juga Perlu Diceritakan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image