3 Persen Rakyat Indonesia Diperkirakan LGBT, Muhammadiyah: Benci Perilaku Haramnya, Bukan Orangnya

News  
Bendera LGBT. Majelis Tarjih Muhammadiyah menyatakan LGBT adalah haram, sehingga kita berkewajiban mengajak mereka kembali ke jalan yang lurus. Foto: Republika.
Bendera LGBT. Majelis Tarjih Muhammadiyah menyatakan LGBT adalah haram, sehingga kita berkewajiban mengajak mereka kembali ke jalan yang lurus. Foto: Republika.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi perbincangan nasional dan internasional. Kasus teranyar adalah pengibaran bendera pelangi milik LGBT di kantor Kedutaan Besar Inggris yang berada di Indonesia, yang tentu saja mendapatkan protes keras dari berbagai pihak.

Berdasarkan lembaga survei Gallup, sekitar 5,6% atau 18 juta orang dewasa Amerika Serikat (AS) mengidentifikasi diri sebagai bagian dari komunitas LGBT. Sementara itu, jumlah gay di Indoneia ada ratusan ribu orang. Bahkan ada yang memperkirakan 3 persen dari penduduk Indonesia adalah kaum LGBT.

Data itu diperoleh dari rilis Kementerian Kesehatan di tahun 2006. Jumlah gay saat itu 760 ribuan orang. Sementara waria pada kisaran 28 ribu.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

BACA JUGA: Apa Kira-Kira Pendapat Gus Dur Soal LGBT

“Data ini belum pasti, namun sebagai bahan mentah, yang jelas jumlah golongan LGBT ini begitu banyak di Indonesia,” ujar Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Sopa dalam Pengajian Tarjih pada Rabu (18/5/2022).

Mengutip penelitian Wimpie Pangkahila, Sopa membeberkan beberapa faktor penyebab seseorang menjadi LGBT, di antaranya pertama faktor fisik atau biologis. Kedua faktor psikodinamika, ketiga faktor sosiokultural; dan keempat faktor lingkungan.

BACA JUGA: Deddy Corbuzier Undang Pasangan Gay, Gus Baha Tegaskan LGBT Haram, Tapi...

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image