Profil Habib Zen bin Smith, Mustasyar PBNU dan Ketua Dewan Syuro Rabithah Alawiyah

News  
Habib Zen bin Smith. Kabar duka datang dari Habib Zein bin Smith yang meninggal dunia karena sakit, Rabu, 10 Agustus 2022. Foto: Republika
Habib Zen bin Smith. Kabar duka datang dari Habib Zein bin Smith yang meninggal dunia karena sakit, Rabu, 10 Agustus 2022. Foto: Republika

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Ketua Dewan Syuro Rabithah Alawiyah sekaligus Mustasyar PBNU Habib Zen bin Umar bin Sumaith meninggal dunia pada hari Rabu, 10 Agustus 2022. Mantan ketua umum Rabithah Alawiyah itu menghembuskan nafas terakhir di RS JMC, Jakarta Selatan, setelah empat hari mendapatkan perawatan.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un duka mendalam bagi Rabithah Alawiyah atas wafatnya Ketua Dewan Syuro kami Habib Zein bin Umar bin Sumaith," pernyataan resmi DPP Rabithah Alawiyah, Rabu, 10 Agustus 2022.

BACA JUGA: Betawi Gudangnya Ulama Sejak Abad 19, Berguru kepada Para Habib

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

PROFIL HABIB ZEN
Habib Zen termasuk dalam Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027. Habib Zen memiliki marga Sumaith, karena penyebutan yang cukup sulit, akhirnya marga Sumaith lebih dikenal dengan Smith.

Ayah Habib Zen, Habib Umar bin Smith adalah salah satu ulama besar di Jakarta. Dengan dukungan lingkungan yang religius, Habib Zen sudah menimba ilmu agama sejak kecil.

BACA JUGA: Kata Siapa Muhammadiyah tidak Punya Habib, KH Ahmad Dahlan Itu Keturunan Rasulullah

Dzurriyah Nabi ini sering diajak ayahnya berkunjung ke berbagai ulama-ulama besar. Selain untuk berziarah dan bersilaturahim, Habib Zein juga diajak untuk mendapatkan ilmu dari para ulama yang didatanginya.

Beliau juga pernah menjadi ketua umum Rabithah Alawiyah yang merupakan organisasi yang menaungi para keturunan dari baginda Nabi Muhammad shalallahu alahi wasssalam di Indonesia. Organisasi ini sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka yang sebelumnya bernama Perkoempoelan Arrabitatoel-Alawijah. Kini setelah bersalin nama menjadi Rabithah Alawiyah bermarkas di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Cerita di Balik Dikeramatkannya Makam Habib Husin Alaydrus di Masjid Luar Batang

Selain itu, Habib Zen juga bergabung dengan NU dan menjadi salah satu nama besar, bagian dari Mustasyar PBNU. Habib Zein mengisi Mustasyar PBNU bersama dua Habib lainnya yakni Habib Luthfi Bin Yahya dari Pekalongan, Jawa Tengah dan AGH Habib Abdurrahim Assegaf Puang Makka dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Padahal jabatan sebagai Mustasyar PBNU belum genap 1 tahun dijalankan, namun Habib Zein lebih dulu menghembuskan nafas terakhir. Jenazah Habib Zen dimakamkan di Pemakaman Habib Kuncung Kalibata, Kamis, 11 Agustus 2022. Selamat jalan Habib Zen Rahimahullah.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَأَوْسِعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ

Allahumma ghfirlahu war hamhu wa'afihi wa'fuanhu wa akrim nuzulahu waausi'madkholahu waghsilhu bil maai watsalji walbarodi wa naqihi minalkhotooyaa kamaa yunaqqii tsaubul abyadhu minad danasi

Artinya: Ya Allah, ampuni dia dan kasih sayangilah dia. Berilah keselamatan, Maafkan dan muliakan tempatnya. Lapangkanlah keadaannya. Basuhlah dengan air, salju, dan air embun. Bersihkanlah dari kesalahannya sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari kotoran.

Artikel ini sudah mengalami perbaikan. Pemilik julukan Syafi'i Shoghir atau Imam Syafi'i Kecil adalah Habib Zain bin Ibrahim bin Zain bin Smith Ba'alwi, bukan Habib Zein bin Umar bin Sumaith.

BACA BERITA MENARIK LAINNYA:
> Humor NU: Orang Muhammadiyah Ikut Tahlilan Tapi Gak Bawa Pulang Berkat, Diledek Makan di Tempat Saja

> Bolehkah Makan Nasi Berkat dari Acara Tahlilan? Halal Bisa Jadi Haram

> Banyak Pria Jakarta Sakit Raja Singa Gara-Gara Wisata "Petik Mangga"

> Kata Siapa Muhammadiyah tidak Punya Habib, KH Ahmad Dahlan Itu Keturunan Rasulullah

> Pak AR Salah Masuk Masjid, Diundang Ceramah Muhammadiyah Malah Jadi Imam Tarawih di Masjid NU

> Humor Gus Dur: Yang Bilang NU dan Muhammadiyah Berjauhan Hanya Cari Perkara, Yang Dipelajari Sama

> Humor Cak Nun: Soal Rokok Muhammadiyah Terbelah Jadi Dua Mahzab

> Humor Ramadhan: Puasa Ikut NU yang Belakangan, Lebaran Ikut Muhammadiyah yang Duluan

> Muhammadiyah Tarawih 11 Rakaat, Pakai Formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1?

> Sejarah Sumpit yang Diharamkan Dipakai Umat Islam untuk Makan

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seperti Cinta, Kisah Sejarah Juga Perlu Diceritakan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image