Kalau Lailatul Qadar Diberitahu Bisa Berantakan Dunia, Makanya Allah Sembunyikan

Ramadhan  
KH Yahya Zainul Ma'arif. Buya Yahya mengatakan Allah sengaja menyembunyikan malam Lailatul Qadar. Foto: Republika.
KH Yahya Zainul Ma'arif. Buya Yahya mengatakan Allah sengaja menyembunyikan malam Lailatul Qadar. Foto: Republika.

KURUSETRA -- KH Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya mengatakan malam Lailatul Qadar sengaja disembunyikan Allah sebagai tanda kasih sayang kepada umat Islam. Sebab, jika Allah mengungkapkan malam Lailatul Qadar maka umat Islam hanya sibuk mencari malam Lailtul Qadar dan tidak menjalankan pekerjaannya lagi.

"Kalau Lailatul Qadar diberitahu nanti berantakan dunia ini. Anda mau ke pasar gak bisa, sopir angkot juga gak mau dia akan pergi dari Lailatul Qadar, yang masak pun gak mau, warung pun gak jual karena semua ingin Lailatul Qadar. Jadi disembunyikan oleh Allah," kata Buya Yahya dalam ceramahnya yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya Ahad, (24/4/2022).

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Perdana Naik Pesawat, Orang Madura Duduk di Kursi Penumpang Lain, Saya Duduk Duluan

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Karena disembunyikan, umat Islam perlu menghidupkan malam Lailatul Qadar setiap malam bulan Ramadhan, dan diperketat di malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan. "Ketahuilah sepuluh bulan Ramadhan itu sangat diharap, artinya di setiap malam Ramadhan kejar Lailatul Qadar. Karena mungkin di awal, di kedua, ketiga. Tapi di sepuluh akhir kita lebih ketat lagi mencegatnya. Kemudian di antara ganjil lebih ketat lagi. Malam 21,23, 25, 27 dan seterusnya. Menurut Imam Syafi'i 21 lebih banyak diharap," kata Buya Yahya.

Ketika menanti malam Lailatul Qadar, Rasulullah membangunkan keluarganya di malam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan untuk memperbanyak ibadahnya. "Kalau Nabi, sepuluh bulan terakhir Ramadhan membangunkan keluarganya beliau kemudian beribadah dengan lebih banyak lagi. Jangan sampai kita hanya memilih-milih. Hidupkan semua malam Ramadhan, cuman ketika memasuki bulan sepuluh akhir bulan Ramadhan tingkatkan lagi. Begitulah Baginda Nabi melaksanakannya," katanya.

BACA BERITA MENARIK LAINNYA:
>
Dituduh Wahabi, Pak AR Malah Bikin Yasinan Model Muhammadiyah

> Kiai Tampar Anggota Banser: Kiai Gak Dijaga Malah Gereja yang Dijaga!

> GP Ansor Bantah Anggota Banser Lecehkan Tsamara Amany: Fotonya Dicatut

> Humor Gus Dur: Pastor Lega Dikira Gak Jadi Diterkam Harimau, Ternyata Harimaunya Lagi Baca Doa Makan

> Sempat Tantang Novel Bamukmin Duel, Denny Siregar: Gak Jadi Deh, Gw Males Bulan Puasa Berantem

> Kata Siapa Muhammadiyah tidak Punya Habib, KH Ahmad Dahlan Itu Keturunan Rasulullah

> Pak AR Salah Masuk Masjid, Diundang Ceramah Muhammadiyah Malah Jadi Imam Tarawih di Masjid NU

> Humor Gus Dur: Yang Bilang NU dan Muhammadiyah Berjauhan Hanya Cari Perkara, Yang Dipelajari Sama

> Humor Cak Nun: Soal Rokok Muhammadiyah Terbelah Jadi Dua Mahzab

> Humor Ramadhan: Puasa Ikut NU yang Belakangan, Lebaran Ikut Muhammadiyah yang Duluan

> Muhammadiyah Tarawih 11 Rakaat, Pakai Formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1?

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seperti Cinta, Kisah Sejarah Juga Perlu Diceritakan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image