Ronggowarsito Ramal Gunung Krakatau Meletus Hingga Mengguncang Dunia

Budaya  
Ronggowarsito. Pujangga Keraton Surakarta, Ronggowarsito meramalkan meletusnya Gunung Krakatau yang menyebabkan dunia terguncang. Foto IST.
Ronggowarsito. Pujangga Keraton Surakarta, Ronggowarsito meramalkan meletusnya Gunung Krakatau yang menyebabkan dunia terguncang. Foto IST.

KURUSETRA -- Salam Sedulur... Aktivitas Gunung Krakatau terpantau berbahaya, Sabtu (2/7/2022) sehingga membuat statusnya naik ke level III. Berdasarkan laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau, Sabtu, 02 Juli 2022, periode 00:00-06:00 WIB.

Bicara Gunung Krakatau, ada sebuah ramalan yang melegenda dari seorag pujangga Jawa bernama Ronggowarsito. dalam kitab raja Purwa, pujangga Kerajaan Surakarta itu meramalkan akan bencana besar dari letusan sebuah gunung pada tahun Saka 338 (416 Masehi). Gunung yang ditulis sebagai "gunung kapi" itu diyakini sebagai Gunung Krakatau, gunung yang letusannya pada 27 Agustus 1883 sempat membuat dunia gelap gulita.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Penggali Kubur Semangat Injak-injak Kuburan Orang Kaya Alasannya karena Sakit Hati

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Seluruh dunia terguncang hebat dan Guntur menggelegar diikuti hujan lebat dan badai tetapi air hujan itu bukannya mematikan ledakan api gunung Kapi, melainkan semakin mengobarkannya; suaranya mengerikan; akhirnya gunung Kapi dengan suara Dahsyat meledak berkeping-keping dan tenggelam ke bagian terdalam dari bumi”.

Kitab yang salinannya tersimpan di Perpustakaan Nasional, Jakarta itu diterbitkan 14 tahun sebelum Krakatau meletus dahsyat. Apalagi Ronggowarsito kembali menerbitkan lagi pada tahun 1885 atau 2 tahun setelah Krakatau meletus dan semakin menguatkan bahwa gunung Kapi yang dimaksud adalah Krakatau.

BACA JUGA: Profil Tjahjo Kumolo, Agama dan Perjalanan Kariernya dari Politisi Menjadi Menteri

“ di tahun Saka 338 (416 Masehi) sebuah bunyi menggelegar terdengar dari gunung Batuwara yang dijawab dengan suara serupa yang datang dari gunung Kapi yang terletak di sebelah barat Banten modern”.

Letusan Gunung Krakatau itu membuat Anyer Banten mengalami tsunami hebat. Letusan itu juga menghilangkan Gunung Krakatau Purba dan menyisakan pulau-pulau kecil. Letusan itu membuat gelombang laut yang tinggi, tsunami dan menghantam pesisir Lampung dan Jawa Barat. Pulau Sertung, Panjang, dan Rakata terbentuk dari hasil letusan dahsyat Karakatau Purba yang terjadi sekitar awal abad V atau VI.

BACA JUGA: Gus Baha: Sampai Kiamat PPB tidak Bisa Damaikan Palestina-Israel, Ini Alasannya

Ronggowarsito lahir pada 14 Maret 1802 dan wafat pada 24 Desember 1873 (usia 71 tahun). Ronggowarsito diangkat sebagai pujangga utama Kasunanan Surakarta oleh Pakubuwana VII pada tanggal 14 September 1845. Ia dikenal sebagai peramal ulung dengan berbagai macam ilmu kesaktian.

JANGAN LEWATKAN ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
> Humor Gus Dur: Jenderal Orba Menang Lomba Tebak Umur Mumi, Caranya Dipukulin Sampai Ngaku Sendiri

> Sejarah Sumpit yang Diharamkan Dipakai Umat Islam untuk Makan

>Tak Perlu Pakai Pawang, Begini Cara Muhammadiyah Cegah Hujan

> Pawang Hujan Mandalika, Ustadz Khalid Basalamah: Pawang Hujan Itu Dukun, Haram Hukumnya dalam Islam

> Humor Gus Dur: Gara-Gara Dikirimi PSK, Gus Dur Terpaksa Tidur di Sofa

> Humor Gus Dur: Bertemu PM Mesir Juru Catat Bingung, Apa yang Dicatat Gus Dur Hanya Cerita Lucu

> Humor Gus Dur: Dikritik Tangannya Dicium Ibu-Ibu Pengajian, Dijawab Gak Mungkin Saya Nikahi Semua

> Humor Gus Dur: Cak Nun Batal Temani Soeharto Tobat Gara-Gara Dikerjain Gus Dur

.

Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image